Ini Hukum Tidur Saat Khatib Berkhutbah Jum’at

Published by: 0

 

kala seseorang khatib jumat mengantarkan khutbahnya, kadangkala jamaah suka bercakap-cakap dengan jamaah yang lain. terlebih lagi, tidak sedikit jamaah yang tertidur, sampai-sampai dimungkinkan tidak memperoleh ganjaran shalat jumatnya.

menimpa bercakap-cakap kala khatib jumat mengantarkan khutbahnya, dalam suatu hadis nabi muhammad saw yang diriwayatkan 6 perawi hadis dari abu hurairah dikatakan, bila engkau mengatakan kepada temanmu di hari jumat, diamlah! kala imam lagi berkhutbah, hingga engkau telah melaksanakan (jumat) yang percuma.

Baca Juga :

Travel Umroh
Umroh Idul Fitri 2017

terpaut jamaah yang tertidur, para ulama berubah komentar. bagi mazhab syafii dan juga hanafi, tidur yang membatalkan wudhu sekalian shalat jumatnya merupakan tidur yang letaknya membolehkan angin (kentut) mampu keluar tanpa menyadarinya, serupa tidur tiduran, bersandar, ataupun tertelungkup.

karna itu, bila begitu tidak kokoh menahan kantuk, hendaknya jamaah duduk dengan posisi secara mantap, sampai-sampai angin tersebut tidak membolehkan keluar.

perihal ini didasarkan pada banyak hadis, yang antara lain merupakan, wudhu bukanlah harus kecuali untuk yang tidur terlentang, begitu bunyi hadis yang diriwayatkan at-tarmizi dari ibnu abbas.

sedangkan, mazhab malik dan juga hanbali tidak membedakan dari segi trik duduk. tetapi, 2 imam tersebut melaporkan tidur yang nyenyak membatalkan wudhu, dan juga tidur yang ringan tidak membatalkannya.

kala seseorang khatib jumat mengantarkan khutbahnya, kadangkala jamaah suka bercakap-cakap dengan jamaah yang lain. terlebih lagi, tidak sedikit jamaah yang tertidur, sampai-sampai dimungkinkan tidak memperoleh ganjaran shalat jumatnya.

menimpa bercakap-cakap kala khatib jumat mengantarkan khutbahnya, dalam suatu hadis nabi muhammad saw yang diriwayatkan 6 perawi hadis dari abu hurairah dikatakan, bila engkau mengatakan kepada temanmu di hari jumat, diamlah! kala imam lagi berkhutbah, hingga engkau telah melaksanakan (jumat) yang percuma.

terpaut jamaah yang tertidur, para ulama berubah komentar. bagi mazhab syafii dan juga hanafi, tidur yang membatalkan wudhu sekalian shalat jumatnya merupakan tidur yang letaknya membolehkan angin (kentut) mampu keluar tanpa menyadarinya, serupa tidur tiduran, bersandar, ataupun tertelungkup.

karna itu, bila begitu tidak kokoh menahan kantuk, hendaknya jamaah duduk dengan posisi secara mantap, sampai-sampai angin tersebut tidak membolehkan keluar.

perihal ini didasarkan pada banyak hadis, yang antara lain merupakan, wudhu bukanlah harus kecuali untuk yang tidur terlentang, begitu bunyi hadis yang diriwayatkan at-tarmizi dari ibnu abbas.

sedangkan, mazhab malik dan juga hanbali tidak membedakan dari segi trik duduk. tetapi, 2 imam tersebut melaporkan tidur yang nyenyak membatalkan wudhu, dan juga tidur yang ringan tidak membatalkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *