Ini Keutamaan Bersedekah di Hari Jumat

Published by: 0

SEDEKAH kapanpun yaitu baik. Begitu Rasulullah SAW serta beberapa teman dekat menggemarkan sedekahnya setiap saat. Simak kisah berikut ini :

“Dari Yazid bin Abu Habib, dia memberi-tahu kalau Abu al-Khair sudah menyampai-kan padanya kalau dia sempat mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, saya sempat mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap orang ada dibawah naungan sha-daqahnya hingga diadili diantara umat manusia. ’”

Yazid menyebutkan, “Tidak ada sehari juga berlalu dari Abu Khair, tetapi dia senantiasa bershadaqah walau cuma dengan sepotong kue, bawang, atau yang lain. ” (Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/148) dengan sanad yang shahih serta dinilai shahih oleh al-Albani didalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 872).

Serta dalam kisah Ibnu Khuzaimah dijelaskan :

“Naungan orang mukmin pada hari Kiamat nantinya yaitu shadaqahnya, ” Hasan : Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah serta dinilai shahih oleh al-Albani didalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 872).

Serta menurut kisah ath-Thabrani serta al-Baihaqi, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya shadaqah itu bisa memadamkan panas kuburan dari penghuninya. sedekah online Serta sebenarnya orang mukmin pada hari Kiamat nantinya juga akan bernaung dibawah naungan shadaqahnya. ” Hasan : Diriwayatkan oleh ath-Thabrani didalam kitab al-Kabiir, serta al-Baihaqi serta dinilai hasan oleh al-Albani didalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 873).

‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menyebutkan, “Pernah disebutkan kepadaku kalau semua amal perbuatan juga akan terasa bangga hingga shada-qah juga akan berkata, ‘Aku yang lebih paling utama dari pada kalian. ’” Hasan : Dinilai shahih oleh al-Hakim yang disetujui oleh adz-Dzahabi (I/416). Serta al-Albani didalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 878).

Sekian satu diantara sisi dari keutamaan shadaqah pada sehari-harinya.
Related Posts

Sedang shadaqah pada hari Jum’at mempunyai keutamaan spesial dari hari-hari yang lain.

Sudah diriwayatkan oleh Imam ‘Abdurrazzaq ash-Shan’ani rahimahullah dari Imam Sufyan ats-Tsauri, dari Mansur, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Abu Hurairah serta Ka’ab sempat berkumpul. Lantas Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya pada hari Jum’at itu ada satu saat yang tidak seseorang muslim bertepatan dengannya dalam kondisi memohon kebaikan pada Allah Ta’ala tetapi Dia juga akan men-datangkan kebaikan itu padanya. ”

Jadi Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Maukah engkau saya berikan padamu mengenai hari Jum’at? Bila hari Jum’at tiba, jadi langit, bumi, daratan, lautan, pohon, lembah, air, serta makhluk keseluruhannya juga akan cemas, terkecuali anak Adam (umat manusia) serta syaitan. Serta beberapa Malaikat berkeliling-keliling mengelilingi pintu-pintu masjid untuk mencatat beberapa orang yang datang berurutan. Apabila khatib sudah naik mimbar, jadi mereka juga tutup buku lembaran-lembaran mereka.

Serta adalah keharusan untuk tiap-tiap orang yang telah baligh untuk mandi seperti mandi janabah. Serta tak ada matahari yang terbit serta tenggelam disuatu hari yang lebih afdhal dari hari Jum’at, serta shadaqah pada hari itu lebih agung dari pada hari-hari yang lain. ”

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan, “Ini Hadits Abu Hurairah serta Ka’ab. Gw sendiri memiliki pendapat, ‘Jika keluarganya mempunyai wangi-wangian, jadi sebaiknya dia menggunakannya pada hari itu. ’ Shahih : Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq (no. 5558), dijelaskan oleh Ibnul Qayyim didalam kitab Zaadul Ma’aad (I/407) dari Ahmad Ibnu Zuhair bin Harb, “Ayahku memberitahukan kami, ia berkata, “Jarir memberitahukan kami dari Manshur. ”

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan, “Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu mempunyai keunggulan dari hari-hari yang lain. Shadaqah pada hari itu dibanding dengan hari-hari yang lain dalam satu pekan, seperti shadaqah pada bln. Ramadhan bila dibanding dengan semua bln. yang lain. ” Zaadul Ma’aad (I/407).

Selanjutnya, Ibnul Qayyim juga menyebutkan, “Aku sempat melihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, mudah-mudahan Allah menyucikan ruhnya, bila pergi menunaikan shalat Jum’at membawa apa yang ada di tempat tinggalnya, baik itu roti atau yang lain buat dia shadaqahkan sepanjang dalam perjalanannya itu dengan sembunyi-sembunyi. ”

Saya juga, lanjut Ibnul Qayyim, sempat mendengarnya menyebutkan, “Jika Allah sudah memerintahkan pada kita untuk bershadaqah dihadapan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jadi shadaqah dihadapan seruan Allah Ta’ala terang lebih afdhal serta lebih paling utama fadhilahnya.