Apa itu Geotextile dan Apa Kegunaannya ?

Published by: 0

geosintetik

Kontur tanah di Indonesia ini rata-rata adalah tanah lunak terutama di wilayah Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan beberapa daerah lainnya. Karena biasanya pembangunan dilakukan diatas tanah rawa, sawah, atau tanah gambut, sehingga jika konstruksinya tidak tepat maka akan membuat pangunan diatasnya cepat rusak. Oleh sebab itu saat ini geosintetik menjadi salah satu material yang digemari di dunia konstruksi.

Lalu apa itu geosintetik ?

Geosintetik adalah produk sintetis yang digunakan salah satunya untuk menstabilkan tanah. Sifat polimer dari produk membuatnya cocok untuk digunakan di tanah di mana tingkat daya tahan dan daya tarik yang tinggi diperlukan untuk media perkerasan tanah. Mereka juga dapat digunakan dalam aplikasi yang terbuka. Geosintetik tersedia dalam berbagai bentuk dan bahan.

Antara lain geotextile, geogrid, geonet, geomembrane, liner tanah liat geosintetik, geopipe, geocell dan geocomposite.

Diantara berbagai macam pilihan geosintetik yang paling sering digunakan adalah geotextile. Adalah bahan geosintetik yang ditembus air, geotextile sendiri biasa digunakan sebagai separator, filtrasi, pelindung/proteksi, dan perkuatan. Geotextile terbuat dengan Bahan dasar dari polyester dan polypropylene dan dikategorikan menjadi dua yaitu woven & non woven.

 

geotextile woven

Geotextile Woven

Geotextile woven adalah lembaran kain dengan bahan serat sintetis yang ditenun dan ditambahkan bahan pelindung anti ultraviolet serta memiliki kekuatan tarik yang cukup tinggi. Ada dua bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan geotextile woven yaitu Polypropylene polymer (PP) dan ada juga dari Polyester (PET).

Setiap geotextile yang diproduksi harus memenuhi standard ASTM oleh karena itu dilakukan pengetesan dan pengujian di laboratorium dengan parameter mengikuti standar ASTM yang meliputi kekuatan tarik, kekuatan terhadap tusukan, sobekan, kemuluran dan juga ketahanan terhadap mikroorganisme, bakteri, jamur dan bahan-bahan kimia.

beberapa contoh pengaplikasian yang menggunakan geotextile woven, antara lain seperti : pada pantai, pada lahan, konstruksi jalan, jalur kereta api dll, material ini memang direkomendasikan untuk medan dengan tanah lunak, sebagai bahan stabilisasi tanah dasar karena Geotextile jenis ini mempunyai tensile strength (kuat tarik) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Geotextile Non Woven (sekitar 2 kali lipat untuk gramasi atau berat per m2 yang sama).

Geotextile Non Woven

Geotextile Non Woven

Geotextile non woven memiliki perbedaan dengan tipe woven dimana tipe non woven ini lembaran kainnya tidak ditenun. Sedangkan dari segi bahan dasarnya sama seperti yang digunakan untuk membuat geotextile woven yaitu bahan polimer Polyester (PET) atau Polypropylene (PP).

Untuk pemilihan bahan kapan kita menggunakan geotextile woven dan kapan kita menggunakan geotextile non woven sangat tergantung dari jenis tanah yang akan dilakukan perkerasan serta jenis pekerjaan proyek itu sendiri

Geotextile non woven memiliki 3 keunggulan yaitu berfungsi sebagai :

  1. Filter / Penyaring, Karena sifat Geotextile Non Woven adalah permeable (tembus air) maka air dapat melewati Geotextile tetapi partikel tanah tertahan.sehingga dapat mencegah terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air. Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada proyek-proyek subdrain (drainase bawah tanah).
  2. Separator / Pemisah, dahulu sebelum mengenal material geotextile umumnya untuk melakukan perkerasan tanah langsung saja diurug dengan menggunakan tanah keras atau agregat namun seringkali terjadi ambles akibat bercampurnya tanah keras dan tanah lunak sehingga beban dari atas tanah keras tidak tersebar secara merata akibatnya terjadi penurunan pada tanah lunak yang ikut menarik lapisan tanah keras. Geotextile Non Woven ini digunakan sebagai pemisah antara material tanah keras dan tanah lunak namun masih tetap dapat mengalirkan air.

    Hal ini sering digunakan pada proyek pembangunan jalan di atas tanah dasar lunak contohnya tanah berlumpur, pada kondisi tersebut non woven geotextile dapat mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, sehingga tidak terjadi pumping effect yang akan mudah merusak perkerasan jalan.

  3. Stabilization / Stabilisator, untuk melakukan perkuatan tanah tidak bisa serta merta dilakukan pengurugan. Sebelumnya dilakukan pelapisan geotextile diatas tanah lunak yang kemudian baru dilakukan penguragan menggunakan agregat tanah. Karena Geotextile ini memiliki kekuatan tarik yang tinggi sehingga dapat menyebarkan beban diatasnya secara merata, hal ini dapat menghindari terjadinya penurunan tanah akibat amblenya tanah lunak.