Drainage Cell Sebagai Material Pengganti Batu Kali pada Taman Atap.

Dewasa ini masyarakat telah sadar akan pentingnya menjaga ekosistem alam guna mengurangi efek dari pemanasan global. Untuk mendukung hal tersebut Industri-industri banyak meluncurkan produk ramah lingkungan mulai dari kendaraan electric, Tas Belanja non Plastik, sedotan reusable, dan masih banyak lagi.

Dari dunia arsitek juga telah banyak desain-desain bangunan dengan konsep green building, yang mana biasanya terdapat taman pada bagian atap atau sering disebut dengan istilah roof top garden. Untuk membangun taman atap ini tentunya perlu memperhitungkan banyak hal salah satunya adalah besaran beban yang akan di topang oleh atap gedung.

Jika dahulu menggunakan material batu kali sebagai salah satu komponen pembangunan taman atap, saat ini batu kali telah ditinggalkan karena beban yang dihasilkan menjadi berat sehingga struktur bangunan harus dibangun lebih kuat lagi, dan ini merupakan salah satu beban biaya yang lumayan mahal.

Sebagai gantinya saat ini menggunakan bahan bernama drainage cell yaitu material geosintetik berbentuk panel-panel yang dapat disusun dan disambung sehingga dapat saling mengunci (Interlocking) terbuat dari bahan HDPE, PE, ataupun Plastic Recycled.

Baca Juga : Vertical Garden Solusi Hijau Untuk Rumah Dengan Lahan Terbatas

Pemasangan Drainage Cell

Saat pemasangan drainage cell ini biasanya dikombinasikan dengan bahan geotextile non woven yang mana geotextile ini akan membungkus drainage cell yang berfungsi sebagai filtrasi. Karena nantinya diatas drainage cell yang telah dibungkus akan diberi media tanam, maka geotextile ini akan menahan agar tidak terbawa aliran air, sementara air tetap dapat mengalir ke tempat penampungan draniase.

Baca Juga : Perkuatan Tanah Menggunakan Geotextile pada Konstruksi Jalan