Langkah Hasilnya Produk Sablon Berkualitas Dengan Sablon Manual

sablon manual

Sablon kaos adalah salah satu layanan yang saat ini banyak diminati terutama bagi mereka para pengemar kaos sablon yang ingin menggunakan sablon dengan desain yang unik untuk berbagai macam kebutuhan. Tidak hanya sampai di sini saja, menjamurnya usaha kaos distro ini juga semakin mempertegas adanya permintaan yang cukup tinggi atas kaos sablon ini. Sehingga menjadi  ide bisnis yang sangat bagus bagi Anda yang ingin memulai prospek bisnis menjanjikan. Ada berbagai macam jenis teknik sablon yang ada saat ini. Salah satunya adalah sablon manual

 Sablon Manual dan Sejarahnya

Pada dasarnya, sablon manual adalah teknik sablon yang sudah ada sejak lama. Teknik sablon ini  sering disebut sebagai screen printing yang mana dalam proses penyablonan akan dilakukan menggunakan screen dan tinta soal yang sudah dilapiskan pada kaos dengan cara manual. Sablon manual ini sudah ada sejak zaman  Dinasti Song  926 -1279 Masehi di dataran Tiongkok. Dan akhirnya mulai dipopulerkan di berbagai negara di Eropa las akhir abad  18.  Penerapan sablon ini mulai terkenal di Amerika pada tahun 1930 . Ada banyak artis ternama pada saat itu menggunakan kaos sablon.

Alat Screen  Printing dan Caranya

Sebelum masuk ke tahap  sablon manual,  pertama-tama Anda harus menyiapkan beberapa alat yang diperlukan. Alat dan bahan ini sangat penting dan menentukan hasil sablon  nantinya. Jadi pastikan semua lengkap. Pertama, Anda harus  menyiapkan screen dan frame yang merupakan peralatan utama pada sablon manual. Alat ini berbentuk seperti bingkai kayu dengan dilengkapi lain screen di bagian tengah yang mempunyai pori-pori berarti yang berguna untuk mengatur banyak sedikitnya tinta yang akan dilapiskan pada kaos. Ukuran yang diperlukan adalah 30 x 40 cm. Alat kedua adalah rakel. Rakel adalah alat yang mempunyai panjang 15-20 cm yang nantinya digunakan untuk menyapu tinta sablon pada permukaan kaos sampai rata. Ala ketiga adalah busa yang akan digunakan untuk tatakan pada screen sehingga tinta yang menetes akan meresap dan ukurannya lebih besar dari pada screen.  Alat keempat adalah kaca bening yang digunakan untuk rata dan membuat sebuah efek seperti sinar matahari. Alat ini besarnya kurang lebih 40x 50 cm. Alat kelima adalah foto emulsi yang digunakan untuk melapisi desain. Ada beberapa peralatan lainnya seperti lampu 250 Watt, sarung tangan latex, kaos polos, tinta berkualitas, ruangan gelap dan sebagainya.

Setelah menyiapkan semua alat, Anda bisa mulai melakukan sablon manual. Langkah pertama, buat desain sablon yang Anda inginkan. Anda bisa membuat desain sablon baik itu dengan cara menggambar sendiri atau dengan menggunakan print dengan resolusi tinggi. Pastikan juga menggunakan warna yang pekat. Langkah kedua, lapisi screen dengan bahan emulsi foto. Namun sebelum itu, campuran dan aduk terlebih dahulu emulsi dengan sensitizer. Tuang sedikit emulsi ke screen dengan tipis tapi mesra menggunakan rakel. Pastikan emulsi lebih luas dari luas desain yang ingin Anda sablon. Langkah ketiga, panaskan desain menggunakan lampu. Letakkan screen dan kertas transparan berisi desain ke bagian screen yang sudah dilapisi dengan emulsi foto. Setelah itu, tempelkan kertas transparan pada screen menggunakan selotip. Arahkan lampu pijar ke arah hanabr dan jangan nyalakan lampu apapun selain lampu tersebut. Tinggi 10-15 menit kemudian tarik secara perlahan kertas transparan. Langkah keempat siram dengan mengunakan air  dingin. Caranya adalah dengan memegang frame dan screen kemudian semprotkan air dingin menggunakan selang sampai  emulsi foto mengelupas pada bagian desain dan desain akan semakin terlihat jelas. Langkah ke kelima adalah memulai proses sablon. Letakkan kaos polos pada bidang data dan letakkan screen di area sablon. Tuangkan tinta secara berlahan dengan arah horisontal dan kemudian ratakan dengan satu arah ke bawah rakel hingga tinta rata. Setelah itu, lapisi tinta ke atas, bawah, kanan , dan kiri menggunakan rakel. Apabila sudah rata, angkat screen dengan perlahan dan Anda bisa melihat jika proses sablon sudah selesai. Tunggu hingga kering. Setelah kering Anda bisa memanaskan kaos dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Kaos sablon siap untuk dipakai. Setelah selesai melakukan proses sablon ini, Anda harus memperbersihkan kembali semua peralatan sablon yang sudah Anda gunakan. Pastikan Anda menyimpan dalam keadaan bersih agar siap digunakan lagi untuk menyablon sewaktu-waktu. Hal yang perlu Anda ketahui, semua peralatan sablon ini sangat mudah rusak apabila tidak dilakukan perawatan dengan baik. Pastikan sisa-sisa bahan sablon benar-benar bersih dari alat-alat tersebut. Jika tidak, alat akan rusak dan jika pun bisa digunakan akan membuat hasil sablon nantinya akan menjadi kurang bagus dan tentunya akan menjadi kurang enak untuk dilihat.