Perkuatan Tanah Menggunakan Geotextile pada Konstruksi Jalan

Published by: 0

Mayoritas tanah di wilayah Indonesia masuk dalam kategori tanah lunak terutama di daerah Kalimantan, Jawa dan beberapa kepulauan lainnya. Untuk perlu dilakukan perkuatan tanah sebelum akhirnya dijadikan jalan atau didirikan bangunan diatasnya.

Umumnya masyarakat kita hanya melakukan perkerasan dengan pengurugan secara langsung di atas tanah lunak. Hal dalam dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya penurunan dari tanah perkerasan tersebut.

Hal ini terjadi karena tidak adanya pondasi yang kuat untuk menahan beban diatasnya sehingga terjadi tegangan geser antara tanah perkerasan dan tanah lunak yang kemudian lambat laun partikel tanah perkerasan akan bercampur dengan tanah lunak dan menyebabkan keruntuhan.

Untuk menanggulangi hal tersebut maka saat ini banyak digunakan geotextile atau geogrid berkekuatan tinggi sebagai separator antara tanah lunak dan tanah agregat sebagai pondasi. Dengan perencanaan yang tepat maka dapat menyalurkan tegangan dari beban diatas secara merata sehingga dapat mengurangi penurunan diferensial secara signifikan.

Penggunan Geotextile Pada Konstruksi Jalan

Pada konstruksi jalan yang dibangun diatas tanah lunak digunakan geotextile sebagai separator yang memisahkan antara tanah lunak dan tanah agregat diatasnya guna menghindari tercampurnya partikel tanah perkerasan dengan tanah lunak, selain itu material geotekstil memiliki sifat tembus air sehingga tetap dapat menyalurkan air namun menjaga partikel tanah diatasnya tidak turun bercampur dengan tanah lunak.

 

 

Hal ini membuat konstruksi menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tebal granular diatasnya akan tetap terjaga sehingga konstruksi jalan menjadi stabil, tidak bergelombang dan rata pada permukaannya. Dari segi biaya penggunaan geotextile ini menjadi lebih hemat baik saat pembangunan dan juga biaya pemeliharaan.